Warga Sungai Kapih Pilih Adham
24 Mei 2010
SAMARINDA – Merasa selama ini menjadi warga pinggiran yang tak tersentuh pemerintah dalam hal pembangunan, khususnya sarana jalan, warga Sungai Kapih, Samarinda Ilir memberikan pilihannya kepada calon Walikota dan Wakil Walikota Andi Harun-Damanhuri (Adham). Pilihan tersebut pun sangat beralasan karena warga berharap pasangan Dwi Tunggal tersebut mampu memberikan jalan yang mulus bagi mereka dan membebaskan krisis listrik yang kerap mereka alami.
“Kami tidak pernah diperhatikan. Lihat saja kondisi jalan yang jauh dari kata baik. Semuanya berlubang dan jauh berbeda dengan jalan di tengah kota. Karena itu, ketika ada calon walikota yang benar-benar peduli terhadap kami, ya kami semua menentukan pilihan kepada Pak Andi Harun dan Pak Damanhuri,” ujar Rendi Suhendra, warga Kayu Manis, Sungai Kapih kepada harian ini kemarin.
Bak gayung bersambut, semua keluh kesah warga Sungai Kapih mereka keluarkan ketika calon Wakil Walikota Damanhuri berkunjung ke tempat mereka Jumat malam lalu. Di saat bersamaan, listrik di kawasan tersebut sedang mengalami pemadaman. Tak pelak, silaturahmi bersama warga setempat pun dilakoni Damanhuri dengan penerangan lilin seadanya.
“Ya begini kondisinya. Karena tempat kami jauh dari kota, pemadaman bisa terjadi tiga kali dalam seminggu. Mungkin karena dianggap pinggiran kota, jadi tidak apa-apa diberikan pemadaman seenaknya. Inilah yang kami harap bisa dicarikan jalan keluarnya karena masalah listrik adalah masalah utama dalam rumah tangga,” tambah Rendi.
Damanhuri sendiri kepada warga mengatakan jika keluh kesah warga tersebut nyaris sama dengan wilayah pinggiran kota lainnya seperti Sungai Siring dan Palaran. “Masalah jalan dan listrik memang menjadi masalah krusial yang harus segera kita selesaikan. Karena itulah, Insya Allah jika kami terpilih, untuk masalah jalan adalah prioritas utama kami selama satu tahun masa kepemimpinan,” ungkap Damanhuri.
Sedangkan masalah listrik, kondisi PLTD Samarinda yang saat ini usianya sudah sangat tua menurut Damanhuri akan mereka upayakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan bahan bakar batubara. “Kalau PLTU bisa kita buat, Insya Allah masalah listrik akan terselesaikan,” pungkasnya. (nat)


